Untitled Document :Home |:Tentang Kami |:Profil Kesehatan |:Bukutamu |:Kontak
 
 

Untitled Document
 Renstra  
 
 
 
 








Google
 


Sabtu, 05-09-2009 
Dinkes Sulsel Bentuk 840 Desa Siaga
PENGEMBANGAN Desa Siaga adalah salah satu program nasional yang secara langsung menunjang Program Kesehatan Gratis sebagai program unggulan Provinsi Sulsel.

 
Kemandirian masyarakat dalam menangani masalah kesehatan terutama upaya promotif dan preventif akan berdampak pada penurunan insiden penyakit menular maupun penyakit tidak menular di masyarakat, yang pada akhirnya akan menurunkan unit kost pembiayaan upaya kuratif dan rehabilitatif.
Di Sulsel program ini, sudak dilaksanakan sejak dua tahun yang lalu (2007), dan tahun 2009 dialokasikan 840 buah desa/kelurahan yang tersebar pada 11 kabupaten.
Rangkaian kegiatan itu, baru-baru ini di Belopa Kabupaten Luwu digelar Pelatihan Kader dan Tokoh Masyarakat yang diikuti oleh 105 peserta yang bersal dari 35 Desa.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Ny Andi Tenrikarta Musakkar dalam sambutan pembukaan menekankan kepada segenap jajaran PKK kecamatan dan desa agar berperan secara aktif terutama kelompok dasa wisma PKK dalam pembentukan dan pengembangan Desa Siaga di Luwu.
Tenrikarta dalam pengarahannya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sulsel khususnya Dinas Kesehatan yang telah mengalokasikan pengembangan Desa Siaga di Luwu dan berjanji akan mempersiapkan kader dan tokoh masyarakat di Luwu untuk bermitra dengan lintas sektor untuk mewujudkan kemandirian masyarakat dalam menangani masalah kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu yang diwakili Sekretaris Dinas Kesehatan dalam arahannya menekankan kepada lintas program dan lintas sektor terkait agar bekerja sama dalam menggali potensi masyarakat untuk mengembangkan kemandirian masyarakat di Desa Siaga, terutama desa-desa terpencil di Kecamatan Bastem.
Selain di Kabupaten Luwu, di Kabupaten Bulukumba juga digelar pelatihan yang diikuti 198 kader dan tokoh masyarakat yang berasal dari 66 Desa, di Kabupaten Luwu Utara 63 orang dari 21 Desa Kecamatan terpencil Seko dan Rampi. Di Kabupaten Jeneponto 159 orang dari 53 Desa, dan di Kabupaten Takalar 82 orang dari 27 Desa.(adv/fir)

penjelasan kadinkes sulsel
Mendekatkan Pelayanan Kesehatan
DESA Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mangatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat.
Ancaman seperti kekurangan gizi, penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), kesiapan menghadapi bencana, kecelakaan, dan lain-lain dengan memanfaatkan potensi setempat yang dimiliki oleh masyarakat secara gotong-royong.
Pengembangan Desa Siaga mencakup upaya untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat desa, menyiapsiagakan masyarakat menghadapi masalah-masalah kesehatan, memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga.
Inti kegiatan Desa Siaga adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat.
Oleh karena itu maka dalam pengembangannya diperlukan langkah-langkah pendekatan edukatif, yaitu upaya petugas lintas program lingkup kesehatan dan lintas sektor terkait untuk mendampingi dan menfasilitasi masyarakat dalam menjalani proses pembelajaran berupa proses pemecahan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi di Desa.
Untuk menuju Desa Siaga perlu dikaji berbagai kegiatan bersumberdaya masyarakat yang ada dewasa ini seprti Posyandu, Polindes, Pos Obat Desa, Suami Siaga, dan lain-lain sebagai embrio atau titik awal pengembangan menuju Desa Siaga.(adv)

dr H Rahmat Latief SpPD Mkes, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel ()
 
 

Untitled Document
 Unit Kerja Kab/Kota
   :Bantaeng
   :Barru
   :Bone
   :Bulukumba
   :Enrekang
   :Gowa
   :Jeneponto
   :Luwu
   :Luwu Timur
   :Luwu Utara
   :Makassar
   :Maros
   :Palopo
   :Pangkep
   :Pare-Pare
   :Pinrang
   :Selayar
   :Sidrap
   :Sinjai
   :Soppeng
   :Takalar
   :Tator
   :Wajo

Copyright ©2007 Dinkes Provinsi Sulsel All rights reserved
Developed by Script Intermedia