Untitled Document :Home |:Tentang Kami |:Profil Kesehatan |:Bukutamu |:Kontak
 
 

Untitled Document
 Renstra  
 
 
 
 




 :: Pesan Singkat


Google
 
  :: Dinkes Wajo

Sabtu, 05-09-2009
Dinkes Sulsel: Puskesmas Tanasitolo Wajo Terbaik
Makassar, Tribun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel menetapkan puskesmas Tanasitolo, Wajo sebagai yang terbaik dari program pemilihan puskesmas berprestasi tingkat Sulsel tahun ini.

Senin, 12-01-2009
28 Warga Terinfeksi HIV/AIDS
SENGKANG-- Jumlah warga yang terindikasi reaktif Human Immunideficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Wajo terus bertambah. Data terakhir Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) tercatat 28 orang. Artinya kini di Wajo sudah terdapat 95 warga yang reaktif HIV/AIDS.Dari data itu, sekira 51 persen warga yang terkena merupakan pengguna narkotik jenis jarum suntik. Selebihnya tertular melalui hubungan seks. Kemudian mereka yang terjangkit virus melalui hubungan seks mayoritas, penikmat seks, terutama dengan pekerja seks komersial (PSK).

Sabtu, 29-11-2008
Formasi Kesehatan Sepi Peminat
Formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tenaga kesehatan rupanya kurang peminat. Sepinya formasi tersebut diperkirakan menyusul kurangnya lulusan tingkat pendidikan yang dibutuhkan.Berbanding terbalik, untuk pelamar tenaga teknis yang hingga pukul 10.30 Wita, Jumat 28 November, pendaftar sudah mencapai 749 dari jatah 47 orang. Formasi teknis meliputi beberapa tenaga, seperti penyuluh pertanian, pengawas bangunan, dan auditor. Kemudian tenaga guru masih jadi formasi yang paling diminati. Terdapat 1.974 pelamar yang akan memperebutkan 225 jatah.


Jumat, 12-09-2008
Tiga Warga Sengkang Reaktif HIV
SENGKANG -- Hasil uji darah 45 klien dari kelompok berisiko terinfeksi HIV yang dilakukan Dinas Kesehatan Wajo bersama Komisi Penanggulan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) atau KPA resmi dirilis Rabu, 10 September.Berdasarkan data VCT dari salah satu klinik di Parepare itu, tiga klien diketahui reaktif terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV).

Rabu, 16-04-2008
Sakit, Rp720 Ribu untuk Warga Miskin
Pemerintah Wajo mengalokasikan Rp720 ribu kepada setiap warga miskin di daerah ini yang menderita sakit. Warga miskin di Wajo ditaksir mendapai 75.950 orang. Sementara kuota Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) hanya untuk 75.831 orang saja.Kepala Sub Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Wajo, Ira Rahmawaty, menuturkan, terdapat selisih sebesar 119 orang yang tidak masuk kuota Jamkesmas. Namun, jumlah itu masih bisa mengalami penambahan. Sebab pendataan warga miskin masih terus dilakukan. Pendataan baru berakhir akhir bulan Juni mendatang.

Sabtu, 01-03-2008
Penderita HIV Terus Meningkat
Peningkatan jumlah penderita human immunodeficiency virus (HIV) di Wajo sangat mengkhawatirkan. Dalam lima tahun terakhir, Dinas Kesehatan setempat melansir, sedikitnya 67 warga Wajo positif terjangkit HIV. Sepanjang 2007 sendiri, jumlah warga yang sempat terdeteksi menderita HIV mencapai 23 orang.

Jumat, 18-01-2008
Pustu tak Berfungsi
PUSKESMAS Pembantu (Pustu) yang dibangun Dinas Kesehatan (Dinkes) Wajo di Kelurahan Macanang, Kecamatan Majauleng, tidak berfungsi maksimal.Sejak dioperasikan tahun lalu, Pustu tersebut belum difungsikan. Bahkan belum memiliki fasilitas yang bisa mendukung pelayanan kesehatan dasar masyarakat setempat.

Rabu, 12-12-2007
23 Warga Terinveksi HIV
Dinas Kesehatan (Dinkes) Wajo, melansir sedikitnya 23 warga Wajo yang ditemukan positif terinveksi HIV. Jumlah tersebut berdasarkan penderita yang ditemukan sejak Januari hingga Desember 2007.Umumnya, warga yang ditemukan terinveksi HIV itu ditemukan pada Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Wajo.


Selasa, 04-12-2007
Pendaftar CPNS Umum Wajib Tes Narkoba
Pemkab Wajo mewajibkan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di daerahnya lulus tes urine pemakaian narkotika dan obat-obat terlarang lainnya.Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) setempat bahkan mewajibkan keterangan bebas penggunaan psikotropika merupakan sebagai salah satu kelengkapan administrasi CPNS.


Senin, 03-12-2007
Setahun, Korban DB Capai 203 Orang
Wabah deman berdarah (DB) di Wajo menunjukkan peningkatan yang cukup berarti dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2006 lalu, jumlah warga yang menjadi korban DB hanya 78 orang, maka memasuki bulan terakhir 2007, korban DB sudah 203 orang. Angka itu merupakan jumlah korban DB yang mendapat penanganan medis dari petugas kesehatan baik di rumah sakit, maupun puskesmas.

Jumat, 23-11-2007
Pasien Diare dan DBD Membeludak
Pasien diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD) memenuhi Rumah Sakit Umum (RSU) Tenriawaru Watampone dan RSUD Lamaddukkelleng Sengkang. Di Sengkang, sebagian penderita diare terpaksa dirawat diu ruang kebidanan lantaran banyaknya pasien.Khusus di Wajo, dalam sehari jumlah pasien yang masuk rumah sakit antara tiga hingga empat orang. Akibatnya hanya dalam waktu sepekan terakhir RSUD Lamaddukkelleng Sengkang disesaki pasien diare.


Selasa, 13-11-2007
Garda Kesehatan Pertama
Bupati Wajo, A Asmidin menegaskan, bidan desa adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di perdesaan. Penegasan itu disampaikan Asmidin saat peringatan HUT Kesehatan Nasional ke-43 di Wajo, Senin, 12 November."Mereka sangat berperan dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat di perdesaan, pada saat ada bencana, maupun ketika masyarakat membutuhkan


Hal :1 2

Halaman 1 - 12 dari 1 halaman

 

Untitled Document
 Unit Kerja Kab/Kota
   :Bantaeng
   :Barru
   :Bone
   :Bulukumba
   :Enrekang
   :Gowa
   :Jeneponto
   :Luwu
   :Luwu Timur
   :Luwu Utara
   :Makassar
   :Maros
   :Palopo
   :Pangkep
   :Pare-Pare
   :Pinrang
   :Selayar
   :Sidrap
   :Sinjai
   :Soppeng
   :Takalar
   :Tator
   :Wajo


Link Situs Terkait



Copyright ©2007 Dinkes Provinsi Sulsel All rights reserved
Developed by Script Intermedia